Saran Dokter Reisa Broto Asmoro Bagi Pelaku Usaha Jasa Kecantikan

TABLOIDBINTANG. COM –┬áSelain mematuhi protokol kesehatan, Dokter Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Jemaah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengingatkan kepada para pelaku cara jasa perawatan dan kecantikan biar selalu menjaga kualitas udara pada tempat usaha atau tempat bekerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara & sinar matahari yang masuk.

“Termasuk pembersihan filter AC dengan rutin, seperti pesan aku beberapa hari yang lalu, ” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga mengimbau agar transaksi bisa menggunakan pembayaran secara non tunai atau cashless dengan memperhatikan desinfeksi untuk mesin pembayaran. Namun, asalkan harus menggunakan uang tunai, maka disarankan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

“Nah, jika harus bertransaksi dengan uang tunai, cuci tangan dengan sabun serta air mengalir, atau minimal memakai hand sanitizer setelahnya itu kudu dibudayakan. Bahkan, budaya cashless tersebut sesuai dengan gerakan nasional non tunai atau GNNT yang dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak Agustus 2014. ” ujar Dokter Reisa.

Hal lain dengan juga harus diperhatikan adalah segenap lingkungan jasa perawatan kecantikan ataupun rambut dan sejenisnya, dan selalu peralatan yang digunakan, harus di dalam kondisi bersih. Dibersihkan dan disinfeksi secara berkala setiap sebelum serta setelah digunakan.

“Terutama, pada bagian-bagian permukaan meja, kedudukan, pegangan pintu, dan peralatan asing yang sering disentuh oleh orang lebih dari satu, dan dengan paling penting, kita mesti budayakan juga kalau di dalam salon, atau barbershop, atau tempat perawatan kecantikan lainnya, kita harus menerapkan jaga jarak minimal 1 meter, ” jelas Dokter Reisa.

“Nah, ini perlu kita budayakan, agar pengelola dan konsumen sama-sama terbiasa mengatur jadwal harian, dan akan sangat bermanfaat, ” imbuhnya.

Dilihat lantaran segi ekonomi, perawatan kesehatan & kecantikan turut menyumbang pertumbuhan ekonomi dari sektor jasa dengan jumlah yang tidaklah kecil dan serupa mendorong tumbuhnya industri manufaktur dalam negeri.

Beberapa ekonom menyatakan, bahwa sektor itu penting. Kontribusi sektor jasa saja mencapai lebih dari setengah dari produk domestik bruto, atau PDB nasional, dan hampir setengah bala tenaga kerja kita, bekerja di bidang jasa.

Jadi informasi, pada tahun 2017, industri kosmetik nasional tumbuh 20 upah. Pada saat ini, produk kosmetik sudah menjadi kebutuhan primer untuk kaum wanita yang merupakan bahan utama dari industri kosmetik.

Selain itu, banyak pelaku usaha yang mulai berinovasi di produk kosmetik untuk pria & anak-anak, yang mana sebanyak 95 persen atau hampir semua industri kosmetik nasional, merupakan industri mungil dan menengah.

“Jadi, kembali produktifnya saudara-saudari kita pada bidang ini, sangat penting, sebab bermanfaat bagi diri kita dan juga orang banyak, ” mengakhiri Dokter Reisa

Tulisan ini diambil dari situs BNPB. go. id