Pembatasan Kegiatan Upaya Kendalikan Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali

TABLOIDBINTANG. COM –┬áKasus positif Covid-19 secara nasional tetap mengalami peningkatan sejak Maret 2020. Peningkatan tertinggi sebelumnya terjadi pada periode Agustus – September 2020 jumlahnya meningkat sebesar 45. 895 kasus.

Prof Resi Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, menyebut provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali menjadi kontributor terbesar secara tingkatan nasional dan harus segera dikendalikan.

“Sejak awal pandemi, kontribusi peristiwa dari Pulau Jawa dan Bali tidak pernah di bawah 50 persen, dari penambahan kasus membangun mingguan. Bahkan, pada bulan Desember 2020, sebanyak 129. 994 kasus dikontribusikan oleh kedua pulai itu. Dan ini menjadi yang tertinggi sejak bulan Maret 2020, ” jelas Wiku.

Total kumulatif per 3 Januari 2021, Pulau Jawa dan Bali berkontribusi sebesar 65% atau 496. 674 kasus dari total kasus positif Covid-19 tingkat nasional. Untuk kasus aktif di agenda yang sama, kedua pulai itu berkontribusi lebih besar lagi persentasenga yakni 67% atau 74. 450 kasus aktif dari jumlah total nasional.

Meskipun secara nasional ada 6 provinsi yang konsisten masuk 10 besar pada 4 bulan terakhir, ada 4 provinsi di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap berada di peringkat 4 teratas penambahan kasus tertinggi.

“Perkembangan di akhir tahun berarakan, pada bulan Desember, seluruh provinsi di Pulau Jawa yaitu 6 provinsi, masuk dalam 10 provinsi dengan penambahan kasus. Sedangkan provinsi Bali, masuk ke dalam 10 besar penambahan kasus di bulan September dan Oktober, yaitu beruang di peringkat 8 dan status 9, ” lanjut Wiku.

Melihat tren kasus maut, maka terdapat 4 provinsi pada Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah & Jawa Barat juga konsisten menyimpan peringkat 10 besar penambahan moralitas tertinggi di bulan September tenggat Desember 2020. Bahkan Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta, konsisten berada di peringkat 3 besar.

Bali tahu berada di peringkat 4 tertinggi pada September 2020, dan turun menjadi peringkat 8 pada Oktober 2020 dan berhasil keluar dibanding 10 besar pada November serta Desember. Melihat angka meninggal tertimbun per 3 Januari 2021, oleh karena itu Jawa dan Bali berkontribusi sebesar 66, 7% atau 15. 165 kasus dari total dari mutlak kumulatif nasional.

Selain peningkatan kasus kematian signifikan pada Pulau Jawa dan Bali, penggandaan kematian signifikan juga terjadi semasa 4 bulan ini. Provinsi di Pulau Jawa dan Bali menjadi provinsi yang menyumbang angka mair secara spesifik.

“Situasi ini tidak dapat ditoleransi lagi dan tidak bisa dibiarkan. Kudu segera dikendalikan melalui kebijakan dengan terukur dan tepat sasaran khususnya terkait kegiatan masyarakat, ” kasar Wiku.

Artikel tersebut diambil dari laman BNPB. go. id.