Mengapa Wanita Selingkuh? Pakar Tersebut Beri Jawaban Mengejutkan!

Mengapa Wanita Selingkuh? Pakar Ini Beri Jawaban Mengejutkan!

Kabar perselingkuhan yang dilakukan pihak wanita terhadap suaminya selalu membuat banyak orang terkejut. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM –┬áKabar perselingkuhan yang dilakukan pihak wanita terhadap suaminya selalu membuat banyak karakter terkejut. Terlebih jika bagian prianya terlihat tidak kehinaan suatu apa pun. Kenapa, bisa? Kok, tega?

Lantas kami mengajukan sebuah pertanyaan sederhana pada seorang pakar terkait peristiwa ini: mengapa wanita selingkuh?

Anna Margaretha Dauhan, psikolog klinis dewasa dari TigaGenerasi, kepada redaksi Aura mengatakan, bahwa lazimnya ada berbagai faktor dengan menyebabkan seorang wanita selingkuh dari pasangan resminya.

“Bukan berarti kalau perempuannya nakal atau tak bisa menahan diri atau gimana. Tapi dalam pernikahan, biasanya kalau tidak dipelihara, emotional intimacy-nya menurun, ” buka Anna Margaretha Dauhan. “Masing – masing (suami dan juga istri), berserakan hidup dalam dunianya tunggal. Kurang adanya koneksi ataupun hubungan yang mendalam tentang berbagai hal, ” lanjutnya.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Lebih sendat dikatakan Anna Margaretha Dauhan, pasangan yang sudah mempunyai anak akan lebih sensitif mengalami penurunan emotional intimacy ini.

“Biasanya kalau sudah punya budak, pembicaraan, waktu, dan gaya suami – istri amblas atau banyak tercurah ke situ. Kadang – kadang-kadang suami atau istri siap terlupakan. Lalu jadi longgar hubungannya, tidak dekat lagi secara emosi, dan makin lama makin menjauh, ” terang Anna Margaretha.

Kadang rasa yang muncul adalah sepi, jenuh, dan jenuh. Kondisi ini oleh karena itu rentan ketika tahu awut-awutan tahu ada pihak lain yang simpatik dan memenuhi kebutuhan emosi seorang perempuan, apapun itu. Dari yang semula hubungan hanya ngobrol biasa, lalu berkembang.

“Dinamika (selingkuh) lazimnya kurang lebih sama antara perempuan dan laki berantakan laki, sama – sesuai mencari pemenuhan kebutuhan sejak orang lain, walau agak-agak kebutuhannya bisa berbeda, bersandar individu, ” urai Anna Margaretha Dauhan. “Hanya lazimnya untuk perempuan, intimacy secara emosi lebih penting buat terbangun dulu, barulah intimacy secara fisik, ” pungkasnya.

Rekomendasi