5 Istilah Ini Kerap Disalahartikan di Percakapan Sehari-hari

TABLOIDBINTANG. COM – Beberapa istilah kerap disalahartikan dalam perbincangan sehari-hari. Padahal beberapa kata tersebut memiliki definisi yang kurang sopan atau tak pantas diucapkan dalam bahasa sehari-hari.

Berikut lima cakap atau istilah yang kerap dipakai tidak sesui dengan artinya.

1. Autisme ataupun kelainan sistem saraf

Kata autisme ini pelik diucapkan ketika seseorang bersikap konyol atau saat sedang bercanda dalam depan teman-temannya. Padahal autisme berarti kelainan saraf yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang terdeteksi sejak bayi berusia enam bulan.

Gangguan jalan saraf ini kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi baik, komunikasi, dan perilaku terbatas, dan berulang-ulang.

2. Loli berasal dari Lolicon/Lolita complex

Kata-kata itu sering digunakan untuk menyebut budak kecil yang lucu. Belakangan diketahui, jika anak dipanggil dengan sebutan loli, berarti menjadi incaran dibanding pedofilia atau orang yang mempunyai ketertarikan seksual kepada anak di bawah umur.

Tengah Lolita complex sendiri artinya merupakan orang yang memiliki obsesi pada anak-anak di bawah umur. Dalam awalnya penggunaan kata lolicon dimanfaatkan dalam ruang lingkup penyuka anime, manga dan game. Lolicon tersebut biasanya diartikan sebagai mereka yang menyukai lawan jenis yang wajahnya berkarakter seperti anak-anak. Tapi bersamaan waktu, istilah lolicon kemudian tumbuh menjadi loli, yang saat tersebut dikaitkan dengan pedofilia.

3. Pedofilia salah utama kelainan seksual

Kata pedofilia ini sering disalahartikan dalam percakapan sehari-hari. Sejumlah karakter menganggap jika seseorang yang menyenangi orang yang jauh lebih bujang masuk kategori pedofilia.

Padahal, secara medis pedofilia hadir dalam kategori gangguan kejiwaan yang dialami seseorang yang sudah berhijrah dewasa, berusia lebih dari 16 tahun yang memiliki ketertarikan dengan seksual pada anak-anak prapuber yang usianya di bawah 16 tarikh.

4. Incest atau hubungan darah

Kata incest (penyebutan inces) sering dipakai untuk menyingkat cakap Princess. Padahal artinya adalah hubungan saling mencintai yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki hubungan keluarga dekat. Biasanya ayah dengan anak perempuannya, ibu dengan anak lai-lakinya atau antar sesama saudara kandung atau tiri.

Tanda yang lebih menyedihkan lagi, sirih inces ini dipakai untuk introduksi ganti anak kecil atau seruan kesayangan untuk anak. Padahal, jika orang yang mengerti arti incest pasti akan mengerutkan dahi secara sebutan tersebut.

5. Psycho yang merujuk di dalam kata psikopat

Kata psycho ini biasa dimanfaatkan untuk menjadi bahan bulian mereka yang berperilaku aneh. Padahal arti kata psikopat sendiri lebih kompleks dari bertingkah laku aneh. Maniak sendiri merupakan gangguan mental asosial yang dapat merugikan orang lain di sekitarnya. Seorang psikopat ingat sepenuhnya atas perbuatannya.

Seorang ahli psikopat dunia, Robert D. Hare berpendapat bahwa seorang penderita psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik tanda, menebar fitnah dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.